Tragedi Berdarah Di Cafe Mama Bukan CAROK

oleh -2 views

Terkait beredarnya informasi di media sosial tentang tragedi berdarah di Cafe Mama jalan 28 Oktober (29/01/2020). Sekretaris Ikatan Keluarga Besar Madura Kalimantan Barat angkat bicara dan memberikan penjelasan kepada awak media. “Perlu saya luruskan bahwa informasi yang saya terima dari Haji Arsyad kakak dari dari almarhum Asri yang menjadi korban penusukan bukanlah korban carok sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.” Tutur Haji Fauzi.

Kajadian berawal dari tersangka Iwan yang masuk ke Cafe Mama dengan membawa senjata tajam mengibas-ibaskan senjata tajam kepada pengunjung cafe Mama. Sontak pengunjung cafe berlarian. Melihat kejadian tersebut Haji Arsyad yang sedang duduk minum kopi. Menanyakan kepada pelaku. “Ada apa dik? Kok main senjata tajam begini? Tanya Haji Arsyad kepada pelaku.
Tanpa menjawab pertanyaan Haji Arsyad, Pelaku langsung menikam Haji Arsyad. Haji Arsyad menepis tikaman pelaku dengan mendorong meja dan lari ke sudut Cafe. Melihat Haji Arsyad tersudut, Almarhum Asri hendak melerai Iwan yang mengacungkan senjata tajam ke Haji Arsyad yang tersudut.
Bukan berhenti, malah Iwan menikam Asri dibagian perut hingga tersungkur dan tumbang ke lantai. Korban penikaman yang bernama Asri tak sadarkan diri dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Kejadian tersebut murni kriminal. BUKAN CAROK. Ini penikaman oleh orang yang sakit jiwa. Apalagi sebelumnya Asri dan Haji Arsyad tidak mengenal pelaku yang bernama Iwan.
Lebih Lanjut Haji Fauzi menjelaskan Informasi yang di peroleh bahwa saudara Ridwan alias Iwan, kemarin membuat keributan di masjid. dan sebelum berangkat ke Cafe Mama juga sempat melakukan tindak kekerasan kepada orang tua dan keluarganya. disinyalir Ridwan memang mengalami kejiwaan yang labil.
Penjelasan tersebut informasinya akurat, karena Sekretaris IKBM kalbar Haji Fauzi turun langsung menengok korban dan mengantarkan jenazah hingga kerumah duka.

Sementara itu wakil ketua umum IKBM Kalbar, Haji Irsan, S.Ag, MH menyayangkan kabar di media sosial yang cenderung menyudutkan dan memberikan stereotype negatif kepada orang Madura. Ini murni kriminal. dan jangan disangkut pautkan dengan carok.
“Setiap ada kejadian kriminal. IKBM Kalbar selalu menyerahkan kepada pihak kepolisian. Agar diproses secara hukum. saya berharap madura tidak di identikkan carok. karena carok itu bukan budaya orang Madura. dan tugas IKBM kalbar adalah mengurusi kemaslahatan warga Madura dan membangun hubungan baik dengan semua etnis di Kalbar. kami terus berupaya mengajak warga Madura agar berperilaku Andhap Asor.” Pesan Haji Irsan yang juga anggota DPRD Kalbar.

Tentang Penulis: Abdoel Hamid

Gambar Gravatar
Blogger , penyiar radio misem dan penulis sosial budaya khususnya masyarakat madura kalimantan barat
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments