Tradisi Rokat Dalam Masyarakat Madura

oleh -3 views

*) Oleh : Abdul Hamid

Menurut Fadil, Dalam tulisan artikelnya Rokat, Tradisi Orang Madura Menghadapi Ketidakberdayaan dan Ketidakpastian. Masyarakat Madura memiliki cara tersendiri untuk menyeimbangkan antara kehidupan alam makro (semesta) dan alam mikro (diri). Maka dalam rangka itu, tradisi rokat dijadikan medium untuk merepresentasikan upaya tersebut. Tradisi rokat berangkat dari kesadaran masyarakat Madura baik yang ada di pulau Madura sendiri maupun yang tinggal di luar pulau Madura mengenai ketidakmampuan mereka dalam melihat apa yang akan terjadi kepada dirinya dan dunia luar- masa yang akan datang, terutama dalam kaitannya dengan penderitaan, bencana, marabahaya, penyakit atau sejenisnya.

 

Setiap Bala’ ataupun jenis penderitaan yang mendatangkan marabahaya diyakini bisa menghampiri manusia setiap saat. Ketidakmampuan tersebut membuat masyarakat Madura cenderung mencari petunjuk agar dirinya terlindungi dari sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Melalui ritual rokat, orang Madura berharap bisa terhindar dari semua hal-hal yang berdampak negatif tadi dengan meminta “petunjuk” ruh halus atau ruh nenek moyang yang mereka yakini masih bisa dimintai pertolongan. Karena itu, roh-roh leluhur itu perlu disapa kerabatnya yang masih hidup melalui sebuah ritual upacara.

 

Masyarakat Madura yang tinggal di luar pulau Madura seperti Masyarakat Madura yang ada di Kalimantan Barat memiliki ritual yang berbeda tentang rokat itu sendiri. Ritual Rokat Kampung atau selamatan kampung mempunyai tradisi yang berbeda, hal ini bergantung dengan kebiasaan masyarakat Madura yang mendiami tempat dimana mereka tinggal.

Masyarakat Madura di Kampung Pematang Rambai misalnya memiliki ritual yang berbeda dengan masyarakat Madura yang tinggal di Kampung Pasak. Meskipun masih dalam satu kawasan Kecamatan Sungai Ambawang Kubu Raya, tetapi mereka memiliki prosesi ritual yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh kultur dan interaksi sosial dengan masyarakat disekitar mereka.

Sampai saat ini, tradisi rokat dalam masyarakat Madura masih tetap dilestarikan. Baik itu rokat yang bersifat individu maupun secara komunal. Seseorang yang menempati rumah baru atau tempat tinggal yang baru masih melakukan ritual rokat Jheg Bhumih sebagai bagian dari upaya untuk menghindarkan keluarga mereka dari balak. Adapun Pelaksanaan ritual upacara yang diadakan untuk kepentingan bersama (komunal) dilakukan secara kolektif dengan melibatkan semua masyarakat secara sukarela dengan dipimpin oleh tetuah kampung atau orang ditokohkan dalam suatu kampung.

 

Ritual rokat yang dilakukan secara berkelompok oleh orang Madura perlahan-lahan sudah mulai ada pergeseran. Pergeseran terhadap ritual rokat itu sendiri tidak terlepas dari pola pendidikan masyarakat Madura yang banyak mengenyam pendidikan formal dan pendidikan pondok pesantren.

Perlahan, sejalan dengan pesatnya perkembangan pendidikan pesantren dalam masyarakat Madura, masyarakat mulai menyadari adanya unsur-unsur yang dinilai musyrik dalam praktiknya. Karena alasan itu, tradisi ini kemudian mengalami proses islamisasi. Beberapa ritual yang dianggap mengarah kepada kemusyrikan mulai diganti dengan ritual lain yang dianggap tidak bertentangan dengan nilai-nilai ketauhidan agama Islam yang mayoritas dianut oleh masyarakat Madura. Dengan demikian, tradisi rokat cenderung menjadi ritual yang tidak ditentang oleh masyarakat Muslim Madura.

Rokat yang sudah bertransformasi menjadi tradisi islami, dalam pelaksanaannya dirubah dengan pembacaan sholawat, khataman Al-Qur’an serta doa-doa yang berisi pengharapan terhadap pertolongan Allah- Tuhan Yang Maha Kuasa. Meski demikian, arwah para leluhur masih dilibatkan sebagai perantara untuk mengomunikasikan hajat tadi. Hal ini dilakukan karena roh-roh itu diyakini berada di alam lain yang dekat dengan Tuhan.

 

 

Tentang Penulis: Abdoel Hamid

Gambar Gravatar
Blogger , penyiar radio misem dan penulis sosial budaya khususnya masyarakat madura kalimantan barat
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments