Ancak Dalam Tradisi Rokat Kampung

oleh -4 views
Ancak Dalam Tradisi Rokat Kampung

Ancak adalah talam atau nampan yang dibuat dari anyaman daun nyiur atau kelapa, berbentuk segi empat yang digunakan untuk tempat barang yang disajikan kepada roh leluhur. Tidak hanya dalam tradisi Rokat Kampung, pada berbagai tradisi suku bangsa di Indonesia, ancak acap kali dijumpai sebagai tempat sesajen meskipun seringkali bentuknya bisa berbeda-beda.

Masyarakat Madura di Kabupaten Banyuwangi misalnya, membuat bagian bawah ancak bukan dari pelepah janur melainkan dari pelepah pohon pisang yang kemudian dikemas menjadi bentuk bujur sangkar. Di bagian tengahnya terdapat anyaman bambu yang kemudian diisi dengan tumpeng beserta lauk pauk.

Adapun pada masyarakat Sengelei Desa Bokor Kabupaten Kepulauan Meranti, ancak dibuat dari pelepah sagu yang dirakit dengan batang bambu. Adapun fungsinya sama, yakni sebagai tempat untuk meletakkan sesajen.

Ancak Dalam Tradisi Rokat Kampung

Menurut penuturan Rudeib, yang pertama kali membuat ancak adalah almarhum mertuanya. Seraman Bin Tobin. Adik kandung Kromo. Kepandaian Rudeib dalam membuat ancak dipelajari dari mertuanya. Menurutnya, diperlukan kesabaran dan ketelatenan dalam pembuatan ancak. Meskipun tidak serumit pembuatan janur hiasan pengantin, namun dalam pembuatan ancak harus dibuat rapi dan rumbai-rumbai janurnya harus kelihatan sejajar agar kelihatan indah.

Ancak dibuat dari daun kelapa yang masih muda. Pemilihan daun kelapa yang masih muda memiliki keindahan tersendiri daripada daun kelapa yang sudah tua yang biasanya warnanya sudah pudar, tidak lagi hijau. Pada hari tertentu daun kelapa yang masih muda oleh masyarakat Madura dijadikan sebagai bahan baku pembuatan ketupat. Sedangkan pohon kelapa yang sudah tua batangnya diambil untuk dijadikan lidi dalam pembuatan sapu lidi.

Selain faktor estetika, daun kelapa juga memiliki makna dan arti tersendiri dalam masyarakat. Pohon kelapa adalah pohon yang memiliki banyak manfaat baik daun, akar, batang, dan buahnya yang semuanya memiliki nilai manfaat ekonomis.

Dalam tradisi rokat, Ancak dibuat berjumlah tiga. Dari ketiga ancak tersebut semua bentuk serta isinya sama. Masing-masing dalam ancak berisi sesajen :

  1. Potongan Ayam kampung yang sudah di bakar.
  2. Beberapa genggam nasi putih yang sebelumnya di tim terlebih dahulu.
  3. Beras kuning.
  4. Telur ayam kampung.
  5. Benang berwarna merah, hitam, dan kuning.
  6. Sebatang lilin.
  7. Rokok satu batang
  8. Darah ayam.
  9. Beras banyu.
  10. Kembang atau Bunga Tujuh Rupa,
  11. Tepung Tawar
  12. Bertih
  13. Beberapa genggam Nasi kepal tiga warna yakni warna merah, warna kuning dan warna hitam.
  14. Kue Jajanan pasar.

 

Ketiga ancak yang sudah berisi sesajen diletakkan berbeda-beda. Masing-masing ancak diletakkan di perbatasan kampung sebagai batas atau penanda tradisi rokat sudah dilaksanakan. Ancak diletakkan diperbatasan kampung dan dibiarkan sampai layu dan tumbang atau jatuh dengan sendirinya. Sesajen dalam ancak dibiarkan begitu saja dimakan oleh burung, keroak atau binatang lain yang hidup di sekitar perbatasan kampung Pematang Rambai.

 

*) Abdul Hamid

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments